Rabu, 14 Juli 2010 | 16:26 WIB
Akhirnya Webb Ungkap Kebenaran Momen Final
(Vibizdaily-Sepak Bola), Howard Webb sempat menjadi sorotan akibat mengeluarkan 13 kartu kuning dan satu kartu merah dalam laga final Piala Dunia. Namun, dia sendiri sudah mengakui bahwa laga tersebut memang tak mudah untuknya. Apa saja kata Webb mengenai laga final yang dipimpinnya?
Sebelum ini, pria asal Inggris tersebut juga sudah mengungkapkan bagaimana sulitnya memimpin sebuah pertandingan puncak. Apalagi ini bukan pertandingan puncak asal-asalan, melainkan final Piala Dunia. Webb menggambarkannya sebagai "dua jam di neraka".
Wasit yang tergabung menjadi wasit FIFA sejak 2005 itu merasa telah melaksanakan tugas dengan adil. Keputusannya memberi kartu kuning kedua untuk John Heitinga juga dianggap sudah pantas.
"Kami tidak merasa bahwa kami punya pilihan banyak kecuali mengatur permainan dengan cara kami. Kami keluar dengan puas. Kami telah mengeluarkan kemampuan terbaik kami dalam melakukan pekerjaan yang berat dan keadaan yang sulit," terang Webb seperti yang dilansir situs Premier League.
"Sejak awal pertandingan kami harus membuat keputusan yang memang jelas kartu kuning. Kami mencoba menerapkan keputusan yang masuk akal bagi kedua belah pihak--menasihati terlebih dulu beberapa pemain atas tekel yang mereka lakukan, meminta mereka menjauh ketika mulai mengelilingi para wasit, dan berbicara kepada rekan-rekan senior mereka agar mencoba menenangkan mereka," tuturnya.
Pertandingan Spanyol kontra Belanda dianggap Webb dan dua asistennya, Darren Cann dan Michael Mullarkey, sangat menantang. Menurutnya, ia dan dua asistennya itu telah bekerja sebaik mungkin untuk membuat pertandingannya berjalan lancar.
"Itu adalah pertandingan yang sangat sulit untuk ditangani, tetapi akan sangat menantang bagi wasit manapun. Ini adalah salah satu pertandingan terberat yang pernah kami pimpin dan kami merasa bahwa kami bekerja keras untuk tetap fokus pada pertandingan semampu kami," jelasnya.
"Mike dan Darren membuat beberapa seruan hebat dan saya pikir keputusan yang dibuat tim kami selama turnamen sangat bagus. Itu disebabkan oleh kualitas hasil kerja tim sehingga kami disetujui untuk final. Kami meninggalkan Turnamen dengan banggai, kehormatan yang diberikan di final dan hak istimewa untuk bertemu begitu banyak orang berkesan di Afrika Selatan."
"Ini adalah kehormatan yang luar biasa karena telah dipilih untuk turnamen dan kami mengalami enam pekan yang mengesankan di Afrika Selatan. Kami semua melihat ke depan untuk sedikit istirahat, kemudian datang kembali dengan segar untuk musim baru Premier League," tutup pria kelahiran 14 Juli 1971 ini.
(rl/RL/dtc,Foto:dtc)
|