(Vibizdaily-Sepak Bola), Tak terasa sudah pargelaran akbar pesta sepakbola sejagad raya ini sudah memasuki babak yang sangat krusial, yaitu perempatfinal. Dan di laga perdananya dalam partai knock out akan menampilkan dua kekuatan terbesar di dunia, Brasil dan Belanda.
Menjadi pilihan yang sulit memang untuk menentukan tim mana yang akan keluar sebagai pemenang dan tim mana yang akan menjadi pecundang. Mengingat kondisi di masing-masing kubu sangatlah tipis dilihat dari segala sudut pandang manapun.
Akan tetapi tak bisa dipungkiri jika kedua tim ini akan mewakili dua gaya sepakbola yang berbeda. Brasil akan memainkan tipikal bola Amerika Latin sementara Belanda sebagai representatif dari Eropa.
Cukup disayangkan sebenarnya jika masing-masing tim ini sudah harus saling bunuh secara dini di perempatfinal dikarenakan baik Brasil maupun Belanda merupakan dua tim penghuni top five peringkat dunia FIFA dimana Brasil sebagai tim nomor satu dunia sedangkan kompatriotnya, Belanda berada di urutan empat dunia.
Jika mengacu dari awal babak penyisihan sampai menapak ke tangga perempatfinal maka bolah dibilang kedua tim ini mempunyai kekuatan yang berimbang. Robben dan kawan-kawan di pihak Belanda agaknya boleh sedikit unggul dibandingkan Kaka cs di kubu Brasil menyusul hasil sempurna yang mereka petik dengan tak pernah mendertita satu kalipun kekalahan dari lawan-lawannya.
Sementara Brasil harus sedikit ternoda berkat hasil imbang dengan bermain kacamata melawan Portugal di laga terakhirnya di penyisihan Grup G. Namun demikian Brasil masih menyimpan catatan kecil dalam rekor pertemuannya dengan Belanda yang menunjukkan pasukan Dunga malah mengungguli tim asuhan Bert Van Marwijk.
Dari 10 kali bertanding maka Brasil masih lebih baik dengan mengantongi 3 kali kemenangan sementara hanya 2 kali kalah dari Belanda. Sisanya di lima partai lainnya kedua tim mengakhirinya dengan hasil imbang.
Namun demikian jika mengamati kedua tim ini menuntaskan laganya di babak perdelapanfinal dimana Brasil menghempaskan Chile dengan skor 3-0 dan Belanda menghancurkan impian Slovakia dalam kedudukan akhir 2-1 jelas sekali memperlihatkan masing-masing tim memiliki gairah dan hasrat yang sama untuk melangkah ke level yang lebih tinggi lagi dari tiap-tiap pertandingan yang mereka lakoni.
Tak ada satupun makhluk di planet ini yang meragukan kapasitas dua tim ini sebagai tim terbaik di dunia dengan kualitas para pemain nomor satu.
Pertarungan dasyat yang akan menghadirkan pesona sejuta bintang akan mewarnai sepak terjang dari kelanjutan masing-masing tim ini di Piala Dunia 2010 yang akan dilangsungkan pada hari, Jumat (02/07) tepat pada pukul 16.00 waktu lokal setempat atau pukul 21.00 WIB berlokasi di Stadion Port Elizabeth.
Wasit asal Jepang, Yuichi Nishimura mendapatkan kehormatan besar untuk memimpin jalannya pertandingan besar kedua tim ini selaku pengadil lapangan.
Berikut analisa preview jalannya big match antara Brasil kontra Belanda di babak perempatfinal :
BELANDA : Peringkat 4 dunia
Berjumpa kembali dengan "Selecao" di delapan besar merupakan sesuatu yang sangat prestisius bagi Robben dan kawan-kawan. Mereka tentu masih ingat betul bagaimana Brasil berhasil mempecundangi mereka dalam drama adu penalti di semifinal Piala Dunia 1998 setelah sebelumnya mereka mencatat hasil imbang 1-1 sampai akhir dari injury time.
Pergerakan bola yang cepat dengan mengusung pola total football yang memang menjadi trademark mereka akan sangat diandalkan kala menantang tim tangguh sekaliber Brasil yang jagonya penguasaan bola di lapangan tengah.
Tak ada banyak waktu lagi bagi Tim Oranje, Belanda untuk membenahi kekuarangannya yang sedikit berlubang di benteng pertahanannya. Kondisi inilah yang membuat Belanda agak kerepotan meladeni serangan balik yang cukup mematikan dari Slovakia.
Kini Bronckhorst, Van der Wiel, dan Mathijsen harus saling bahu membahu dengan bermain super rapat untuk dapat bertahan selama mungkin dari kepungan gempuran Fabiano dan Robinho yang memang sangat agresif dan ditunjang dengan permainan kedua sayap Brasil yang hidup.
Mungkin yang bisa mereka lakukan minimal mematikan pergerakan dari Kaka yang menjadi aktor utama penyeimbang di tim Brasil. Rasanya cukup tepat andaikan tugas maha berat tersebut diserahkan kepada Sneijder dan Bommel yang memang tak kalah kinclongnya dalam hal pendukung daya dobrak di masing-masing tim.
Akan tetapi salah besar jika kita akan menduga Belanda akan memilih bermain aman bahkan cenderung bertahan sebab itu bukanlah tipe dari permainan Belanda yang sesungguhnya.
Rafael Van Der Vaart yang terbiasa bertugas sebagai penyerang lubang dipatikan akan ditarik semakin ke depan untuk menambah tajam daya serang lini depan Belanda. Bisa dibayangkan akan menjadi sesuatu yang menakutkan memang kekuatan barisan Belanda dalam hal mengobrak-abrik benteng pertahanan tim lawan sebab di posisi depan sudah dihuni oleh para bomber kelas dunia seperti, Robben, Kuyt, serta Van Persie.
Dan satu hal lagi yang menjadi keistimewaan dari Belanda dimana mereka selalu bertarung dengan tim manapun sebagai sebuah tim yang sangat solid dan terpadu. Jarang kita saksikan gol-gol yang diciptakan Belanda karena kemampuan dari seorang pemain itu sendiri melainkan kerapkali terjadi karena adanya kerjasama yang apik diantara satu dengan pemain lainnya.
Satu hal yang menjadi kekurangan mereka secara garis besar adalah tak sempurnanya finishing gol yang mereka lakukan meskipun sang pemain sudah berada di depan mulut gawang lawan. Dan ketika para pemain Belanda sudah mulai kebingungan dengan tak kunjung mecetak gol maka yang acapkali terjadi adalah Robben dan kawan-kawan tak sungkan melakukan tembakan-tembakan keras yang langsung mengarah ke gawang lawan dari luar kotak penalti.
Pemain Kunci :
GIOVANNI VAN BROCHKHORST : Pemain kelahiran 5 Februari 1975 ini memiliki keturunan Indonesia dimana ibunya merupakan orang Maluku. Dengan postur tubuhnya yang 176 cm cukup membantunya untuk menjadi benteng pertahanan yang kokoh di tim Belanda.
Visi bermainnya yang cemerlang dengan juga bisa membantu permainan lini tengah Belanda semakin hidup serta kemampuannya dalam memimpin rekan-rekannya di lapangan menjadikannya dipercaya oleh sang pelatih untuk menjadi kapten timnas.
Dia cepat dan memiliki reflek yang tinggi serta tak takut dalam menghalau para bomber tim lawan. Hebatnya lagi tekel-tekel yang dia lakukan acapkali bersih dan jarang melakukan kesalahan dengan melakukan kekerasan di lapangan.
Prediksi Vibizdaily Starting IX Timnas Belanda :
Formasi : 4 - 3 - 3
Pelatih : Bert Van Marwijk
Kiper : 1-Maarten Stekelenburg
Belakang : 4-Joris Mathijsen, 2-Gregory Van Der Wiel, 3-John Heitinga, 5-Giovanni Van Bronchkhorst
Tengah : 6-Mark Van Bommel, 10-Wesley Sneijder, 23-Rafael Van Der Vaart
Depan : 7-Dirk Kuyt, 11-Arjen Robben, 9-Robin Van Persie
BRASIL : Peringkat 1 dunia
Nyaris tak ada cacat yang bisa ditemukan di Tim Samba. Perubahan gaya permainan yang semula identik dengan style estetikanya kini sudah beralih kepada sistem pragmatisnya.
Berada di tangan Dunga memang harus diakui kalau permainan Brasil cukup jelas terlihat perbedaannya dimana sepanjang malakoni laganya sejak penyisihan hingga perempatfinal maka yang tampak adalah setiap pemain lebih ngotot dan greget dalam bermain penuh selama 90 menit pertandingan.
Jangan harap kita akan menyaksikan sepakbola indah ala Samba yang biasa dipertunjukkan oleh Brasil sebab semuanya itu tampaknya akan menjadi masa lalu yang sudah tak relevan lagi dipakai oleh Kaka dan kawan-kawan.
Brasil yang sekarang lebih mengkedepankan kemenangan dibandingkan permainan cantik di lapangan sehingga tak heran memang kalau belakangan ini para pemain Brasil mulai menjurus ke arah permainan yang keras demi mencuri kemenangan di setiap laga yang mereka jalani.
Namun demikian bukan berarti anak-anak Brasil juga kehilangan sentuhan hebat dari skill mereka yang harus diakui kemampuan dari tiap-tiap individu pemain berada di atas rata-rata tim manapun termasuk salah satunya Belanda.
Mereka lebih kuat dan tangguh serta jauh lebih berani jika terpaksa harus duel man to man dengan pemain tim lawan untuk memperebutkan bola.
Maicon dan Bastos akan sangat diandalkan peranannya oleh rekan-rekannya untuk membackup Cesar dalam membentengi area pertahanan mereka dari amukan ganas pihak Belanda yang tak segan-segan untuk melesakkan tembakan tajam dari jarak jauh.
Di sinilah fugsi dari Kaka yang masih bisa lebih dimaksimalkan lagi untuk memperluas daya jelajah Brasil di lapangan tengah dan akan cukup berat baginya menyusul Elano yang positif absen karena cedera pergelangan kaki. Tampaknya sebagai pengganti Elano sekaligus tandem Kaka akan ditunjuk Ramires.
Bisa dikatakan kedua pemain bintang ini mampu mengakselerasikan inteligensi dengan teknik yang sempurna membuat meraka sanggup menciptakan "neraka" dengan lugasnya membongkar barisan belakang Belanda dan memberikan sodoran umpan yang super akurat kepada rekannya yang di depan untuk menjebol gawang lawan.
Dengan permainan kedua sayap Brasil yang berkembang maka bukan lagi suatu perkara yang sulit sesungguhnya bagi Fabiano dan Robinho untuk langsung masuk menusuk ke jantung pertahanan Belanda yang kerap mudah terpancing untuk bermain terbuka dengan meninggalkan lubang di belakang.
Yang menjadikan tim ini tambah spesial dan memiliki keistimewaan lebih dari tim lainnya adalah cara bermain mereka yang smart dan penguasaan bola di setiap lini yang sempurna. Tak heran jika tim yang diarsiteki oleh Dunga ini mampu menganalisa kemampuan lawan di lapangan sehingga mereka juga tahu mengatur tempo permainannya kapan harus menyerang dan kapan harus mundur untuk bertahan..
Satu-satunya yang menjadi kekuatiran mereka adalah belum comebacknya Kaka dalam best performancenya di lapangan sampai laga dengan Chile. Sempat dikartu merah oleh wasit dan belum mencetak satu golpun membuat sinar Kaka di Piala Dunia edisi kali ini menjadi meredup.
Harus diakui memang dengan melemahnya Kaka membuat barisan tengah Brasil menjadi kurang mengagumkan yang sekaligus kurang banyak membantu rekannya di depan menjadi kurang menggigit.
Pemain Kunci :
LUIS FABIANO : Dunga dan rekan-rekan di timnya dapat berharap banyak kepada ketajaman pemain kelahiran 8 November 1980 ini dalam merobek gawang tim lawan
Dengan mobilitas dan kecepatannya dalam bergerak di lini depan sangat banyak membantu untuk membongkar habis barisan belakang Belanda.
Kolektor tiga gol di Piala Dunia 2010 ini juga mampu membaca gerakan lawan dan melepaskan tembakan kejutan yang sangat keras dengan arah menyilang langsung ke mulut gawang lawan. Perannya diyakini akan semakin diandalkan untuk menutupi kekurangan dari melemahnya Kaka yang akhir-akhir ini melempem.
Prediksi Vibizdaily Starting IX Timnas Brasil :
Formasi : 4 - 4 - 2
Pelatih : Carlos Dunga
Kiper : 1-Julio Cesar
Belakang : 2-Maicon, 13-Dani Alves, 3-Lucio, 6-Michel Bastos
Tengah : 5-Felipe Melo, 8-Gilberto Silva, 20-Kleberson, 10-Kaka
Depan : 9-Luis Fabiano, 11-Robinho
Tiga Rekor Head To Head Terakhir Kedua Tim di Piala Dunia :
Piala Dunia 1974 : Belanda vs Brasil 2-0 Babak Penyisihan Grup B
Piala Dunia 1994 : Brasil vs Belanda 3-2 Babak Perempatfinal
Piala Dunia 1998 : Brasil vs Belanda 1-1 Babak Semifinal (Brasil menang dan lolos ke final)
Prediksi Vibizdaily Big Match Brasil vs Belanda : 55% : 45% (2-1, untuk kemenangan Brasil dan meluncur ke semifinal).
(rl/RL/vbd)
Foto:dtc