(Vibizdaily-Sepak Bola), Banyak yang menyayangkan pertemuan antara Jerman dan Spanyol harus terjadi secara dini di semifinal dan bukannya di partai puncak. Harus diakui memang kedua tim ini merupakan pionir dalam hal permainan tim yang solid dengan mengandalkan kerjasama yang apik di semua lininya.
Tidak mengherankan jika perang antara Jerman kontra Spanyol merupakan "The Real Final" yang sesungguhnya tanpa bermaksud meremehkan kualitas dari Tim Oranje, Belanda yang sudah lebih dahulu lolos ke babak final dengan membungkam tim kuda hitam, Uruguay dengan skor akhir 3-2.
Tak ayal siapapun pemenangnya antara kedua tim ini maka Piala Dunia 2010 tidak ubahnya bak Piala Eropa sebab kedua finalisnya adalah tim asal Eropa.
Namun kembali kepada big match antara Der Panzer, Jerman yang akan menantang ketangguhan lapangan tengah yang menjadi ciri khas dari permainan Tim Matador, Spanyol dipastikan menjadi partai yang paling menghebohkan dan mampu menyedot seluruh perhatian dunia tertuju kepada partai keras ini.
Spanyol yang hadir dengan kekuatan terbaiknya tentu saja tak akan melewatkan momen emas ini untuk melangkahkan kakinya ke level yang lebih tinggi lagi dari semifinal di ajang Piala Dunia.
Seperti yang kita ketahui usai kemenangannya secara dramatis dari Paraguay dengan skor tipis 1-0 seluruh pemain maupun warga Spanyol berpesta mereyakan kemenangannya sebab mampu menembus babak semifinal yang sebelumnya prestasi terbaik pasukan Del Bosque ini hanyalah perempatfinalis saja.
Kondisi inilah yang akan menjadi modal utama bagi Villa dan kawan-kawan untuk menebus semua rangkaian kegagalan mereka sepanjang keikutsertaan di Piala Dunia.
Semangat juang yang tinggi ditambah dengan determinasi yang kuat akan memenuhi hasrat yang menggebu-gebu pada semua pemain Spanyol untuk menumbangkan Jerman dan melaju ke final.
Terlebih lagi kesempatan ini akan dipergunakan sebaiknya oleh tim nomor dua dunia ini untuk merangkai sebuah mimpi yaitu menyatukan gelar Piala Eropa 2008 dengan trofi Piala Dunia 2010.
Akan tetapi memang lawan yang dihadapi bukanlah tim sembarangan sebab Vicente Del Bosque dan pasukannya harus bisa membuka matanya lebar-lebar karena mereka akan ditantang tim terkuat saat ini yaitu Jerman.
Menjadi tambah berat sebab sekalipun secara peringkat dunia, Jerman kalah kelas karena saat ini berperingkat enam dunia namun secara permainan di atas lapangan bisa dikatakan Jerman memang sedikit lebih unggul dibandingkan dengan Spanyol.
Dengan mencukur Inggris 4-1 dan menggunduli Argentina 4-0 membuat moril Klose dan kawan-kawan terangkat. Hal inilah yang mengindikasikan mental bertanding Jerman semakin tebal dengan rasa percaya dirinya yang sedang membubung tinggi jelang laganya dengan Spanyol.
Bukan sesuatu yang berlebihan juga rasanya apabila Jerman lebih difavoritkan di pasaran sementara Spanyol kali ini harus melakoni partai krusialnya di semifinal dengan status underdog.
Partai panas ini diyakini akan sangat banyak ditentukan dengan masing-masing tim akan menampilkan keistimewaannya dalam hal ball possesion dari sektor tengah. Siapapun yang mampu tampil mendominasi lapangan tengah maka hampir bisa dipastikan tim tersebutlah yang memiliki peluang menang lebih besar untuk menembus final dengan menantang Belanda.
Dan tak bisa dibantahkan jika pertempuran keduanya akan kembali mengingatkan memori kita ke periode 2008 dimana Spanyol berhasil menyingkirkan Jerman untuk merebut Piala Eropa dengan skor akhir 1-0 melalui gol yang diciptakan oleh Fernando Torres.
Jerman saat ini memang tim yang sangat berbeda dibandingkan dengan Jerman dua tahun lalu. Kini Jerman yang sekarang hadir di Afsel merupakan tim terproduktif dalam urusan mencetak gol dengan perbandingan memasukkan dan kemasukkan 13-2.
Bandingkan dengan Spanyol yang selalu menang tipis kala mengalahkan lawan-lawannya sehingga membuat perbandingan memasukkan dan kemasukkan sampai dengan saat ini adalah 6-2.
Baik Spanyol maupun Jerman akan melangsungkan duelnya pada hari Kamis (08/07) dini hari tepatnya pada pukul 01.30 WIB di Stadion Durban dengan dipimpin langsung oleh wasit asal Hungaria, Viktor Kassai.
Berikut ini analisa preview jalannya pertarungan akbar kedua tim :
JERMAN : Peringkat 6 dunia
Hadir di Afsel dengan hanya lima pemain yang berusia di atas 26 tahun dan banyak yang menganggap tim ini terlalu muda untuk menjadi kampiun di turnamen sekelas Piala Dunia.
Tanpa perlu banyak pembelaan dengan kata-kata, Der Panzer lebih membuktikannya di atas lapangan melalui kualitas permainan mereka yang sangat ciamik.
Di awali dengan membantai Australia dalam laga perdananya dengan skor akhir 4-0 tanpa balas. Jerman muda sempat terkejut sejenak usai menderita kekalahan dari Serbia dengan kedudukan 0-1.
Atas kegagalannya tersebut tak lantas membuat Jerman menjadi sedih berlarut-larut tetapi justru mereka semakin belajar untuk memperbaiki segala sesuatu kekurangannya dan langsung mampu tampil trengginas lagi.
Hasilnya sangat mencengangkan sebab Inggris dibuat tak berkutik di perdelapan final. Mata dunia semakin terbelakak saat Jerman meluluhlantakkan pasukan Maradona di delapan besar dengan skor sangat telak 4-0.
Permainan kelas dunia ala Bastian Schweinsteiger cs bahkan disebut menghidupkan kembali kehebatan Jerman semasa Franz Beckenbauer, Gerd Mueller, Karl-Heinz Rummeniege, hingga Harald "Toni" Schumacher.
Terlepas dari semuanya itu tentu Jerman tak boleh cepat berpuas diri mengingat tiap babak yang dijalani tak bisa disamakan.
Bagaimanapun juga ini adalah semifinal dan kisah manis Jerman di babak sebelumnya tentu tak bisa dijadikan tolok ukur bahwa Spanyol sama dengan tim-tim yang sudah ditumbangkan oleh Jerman.
Kuncinya adalah keseimbangan mental juara yang tetap terjaga harus terus dipelihara dengan baik oleh Lahm dan kawan-kawan jika mereka tidak ingin terkapar oleh Spanyol yang notabene tim paling lengkap di semua lini diantara semua peserta finalis Piala Dunia 2010 yang tampil di Afsel.
Belum lagi Loew dipusingkan dengan bakal absennya Thomas Mueller di semifinal nanti berkaitan dengan akumulasi kartu kuning yang diterimanya saat laga dengan Argentina.
Bisa dikatakan Mueller merupakan motor serangan sekaligus penyeimbang permainan tim secara keseluruhan dan dengan tak bermainnya pemain berusia 20 tahun ini merupakan kerugian cukup besar bagi Jerman dalam menghadapi ganasnya para gelandang Spanyol.
Tak ada cara lain memang bagi Jerman kecuali bermain efektif dengan memaksimalkan peranan dari Bastian dan Mesut Oezil seperti yang sudah dilakukannya kala di babak-babak sebelumnya.
Dan satu hal lagi tren permainan Loew beserta anak-anak asuhnya yang sedang menanjak memang mencerminkan masa depan sepakbola Jerman terlihat semakin cerah ke depannya.
Pergerakan bola yang cepat disertai dengan kokohnya lini belakang membuat Jerman akan tampil menakutkan di empat besar nanti.
Pemain Kunci
MIROSLAV KLOSE : Penampilan impresif Jerman tak bisa dielakkan berkat permainan agresif nan nyentrik yang diperagakan oleh pemain kelahiran 9 Juni 1978 ini.
Klose memang baru mengkoleksi empat buah gol bagi Jerman namun torehannya tersebut sudah cukup untuk menyamai rekor legendanya, Gerd Mueller yang berhasil menorehkan total 14 gol di ajang Piala Dunia.
Angka tersebut hanya berselisih satu gol saja dari rekor abadi milik mantan bintang Brasil, Ronaldo. Rekor ini bukan tak mungkin akan dipatahkan oleh Klose.
Sebagai ujung tombak, Klose tak kekurangan pasokan bola matang dari lini di belakangnya yang dikomandoi oleh Bastian Schweinsteiger.
Road To Semi Final :
Babak Penyisihan Grup D
vs Australia 4 - 0
vs Serbia 0 - 1
vs Ghana 1 - 0
Babak Perdelapan Final
vs Inggris 4 - 1
Babak Perempat Final
vs Argentina 4 - 0
Prediksi Vibizdaily Starting IX Timnas Jerman :
Formasi : 4 - 4 - 2
Pelatih : Joachim Loew
Kiper : 1-Neuer
Belakang : 20-Boateng, 3-Friedrich, 17-Mertesacker, 16-Lahm
Tengah : 7-Schweinsteiger, 8-Oezil, 6-Khedira, 21-Marin
Depan : 10-Podolski, 11-Klose
SPANYOL : Peringkat 2 dunia
Menyaksikan kehebatan Jerman saat memukul tim kuat lainnya macam Inggris dan Argentina sepintas membuat pasukan Del Bosque sedikit ketar-ketir.
Akan tetapi layaknya tim terbaik di dunia tentu saja Spanyol tak ingin bernasib sama dengan kedua kompatriotnya tersebut.
Jerman sah-sah saja merasa di atas angin namun Spanyol dipastikan akan siap meledak dengan segala amunisi yang ada mengingat mereka dipastikan sudah belajar banyak dari pertandingan terakhir mereka kala mempecundangi Paraguay di menit-menit akhir jelang bubaran pertandingan.
Tak ada kata mundur apalagi menyerah bagi Villa dan kawan-kawan selain hadapi pertandingan dengan sikap ksatria. Optimisme wajib melekat di setiap hati para pemain karena dengan demikian para pemain Spanyol akan mampu tampil tanpa tekanan dan bisa all out dalam memainkan gaya aslinya yaitu bola-bola mendatar dan pressing ketat dan menguasai lapangan tengah dengan kecerdasan dari para pemain sayapnya yang berhasil membongkar barisan belakang tim lawan.
Sangat penting bagi Spanyol untuk lebih dahulu bergerak cepat dibandingkan Jerman. Kondisi ini terkait dengan permainan offensif yang selalu diperagakkan oleh Villa cs mengingat Jerman adalah tim yang kerap terlambat panas di menit-menit awal pembukaan.
Terlebih lagi semangat juang para pemain di timnas Spanyol memang sedang berapi-api menyusul ini adalah babak tertinggi yang pernah mereka tapaki di pentas akbar sekaliber Piala Dunia.
Andreas Iniesta harus kembali mampu tampil sebagai inspirator tim dengan membangun serangan yang berkelas dan super tajam dari lini tengah dengan menghidupkan semua peranan maupun fungsi kedua sayap yang akan dibantu oleh Xabi Alonso yang siap memberikan umpan-umpan matangnya langsung mengarah ke mulut gawang tim lawan.
Torres yang aslinya bertugas sebagai target man kemungkinan harus dikesampingkan dulu dengan duduk tenang dibangku cadangan mengingat peranannya kurang maksimal dalam beberapa laga terakhirnya. Tampaknya Torres harus mengalah dulu dengan memberikan kesempatan kepada rekannya yang lain seperti Navas untuk menjadi tandem Villa di lini depan.
Vibizdaily yang selalu mengamati sepak terjang Spanyol dalam menuntaskan semua laganya bisa memberikan kesimpulan mengenai titik terlemah dari tim asuhan Del Bosque ini.
Sejumlah laga di Afsel membuktikan Spanyol masih sulit mengembangkan kreativitas kala diharuskan menghadapi tim lawan yang tampil disiplin dan salah satunya tentu saja calon lawannya di semifinal, Jerman.
Hanya satu jalan yang harus dilakukan oleh semua pemain Spanyol dan itu wajib yaitu setiap pemain yang dimainkan sebagai starter patut bermain dengan sepenuh jiwa dan raganya serta bermain layaknya sebuah tim dengan tetap konsisten memperagakan team work yang solid dan membangun komunikasi yang efektif di antara pemain saat berlaga di lapangan nantinya.
Andaikan semua aspek tersebut dapat dipenuhi oleh Spanyol niscaya tim sekaliber Jerman akan sangat sulit untuk menundukkan Spanyol. Bahkan bukan suatu hal yang mustahil jika Spanyol yang kali ini sukses menghancurkan kejayaan Jerman dengan merebut sisa satu tiket lagi menuju final yang pertama kalinya di Piala Dunia.
Pemain Kunci
ANDREAS INIESTA : Pemain tengah kelahiran 11 Mei 1984 ini merupakan sentralnya permainan menyerang dari Spanyol. Tugasnya sebagai nyawa dari tim secara keseluruhan membuatnya acapkali tampil dengan mobilitas dan kerajinannya yang tinggi sepanjang laga dimainkan di lapangan.
Tak heran jika pemain yang kini merumput di klub Barcelona ini sangat ditunggu oleh rekannya di depan seperti Villa untuk mendapatkan operan-operan tajam nan menusuk yang sangat memudahkan barisan depan Spanyol untuk merobek gawang lawannya.
Menghadapi Jerman yang juga hebat di lapangan tengah membuat pemain dengann nomor punggung enam ini tak gentar sedikitpun. Justru dengan kemampuannya dalam hal mendrible bola dengan cepat dan kepiawaiannya dalam menembak bola-bola mati membuatnya sulit ditandingi dengan pemain gelandang manapun di dunia ini.
Hadirnya Iniesta akan semakin menambah sempurna daya kreativitas permainan Spanyol saat jumpa dengan Jerman dini hari nanti.
Road To Semi Final
Babak Penyisihan Grup H :
vs Swiss 0 - 1
vs Honduras 2 - 0
vs Chile 2 - 1
Babak Perdelapanfinal :
vs Portugal 1 - 0
Babak Perempatfinal :
vs Paraguay 1 - 0
Prediksi Vibizdaily Starting IX Timnas Spanyol :
Formasi : 4 - 4 - 2
Pelatih : Vicente Del Bosque
Kiper : 1-Iker Casillas
Belakang : 11-Joan Capdevilla, 3-Gerard Pique, 5-Carles Puyol, 15-Sergio Ramos
Tengah : 6-Andreas Iniesta, 8-Xavi, 14-Xabi Alonso, 16-Sergio Busquets
Depan : 7-David Villa, 22-Jesus Navas
Dua Catatan Pertemuan Terakhir Kedua Tim :
29-06-2008 Jerman vs Spanyol 0 - 1 Piala Eropa 2008
12-02-2003 Spanyol vs Jerman 3 - 1 Uji Coba
Rekor Pertemuan Keseluruhan : 20 kali
- Jerman menang 8 kali
- Spanyol menang 6 kali
- Imbang 6 kali
Prediksi Vibizdaily Big Match Jerman vs Spanyol = 45% : 55% (1-2, untuk kemenangan Spanyol dan lolos ke final).
(rl/RL/vbd)
Foto:dtc