BERITA SERBA SERBI

Rabu, 07 Juli 2010 | 13:23 WIB
Museum Apartheid Mengulas Lengkap Sejarah Kelam Afrika

(Vibizdaily-Sepak Bola), Afrika Selatan pernah terjebak dalam sistem apartheid yang membuat negara tersebut menjalani periode terburuk dalam lintas sejarahnya. Di Museum Apartheid, masa-masa kelam dan suram tersebut bisa dirasakan kembali.

Secara harfiah, apartheid berasal dari bahasa Afrikaan yakni apart yang berarti 'memisah' dan heid yang berarti sistem atau hukum. Secara umum,? sering diartikan sebagai sebuah sistem pemisahan individu berdasarkan jenis ras, kulit hitam dan putih.?

Saat sistem tersebut masih berlaku, di seluruh Afsel penduduk kulit putih dan kulit hitam dapat perlakuan berbeda. Semua fasiltas umum dibagi dua untuk si putih dan si hitam, tentunya dengan penduduk kulit putih dapat perlakuan yang lebih baik.

Pemerintah yang berkuasa memisahkan telepon umum, taksi, bus, pintu masuk, halte dan bahkan wilayah tertentu untuk kulit hitam dan kulit putih. Penduduk berkulit hitam dibatasi geraknya hanya pada wilayah tertentu, dan harus mendapat surat izin jika ingin memasuki sebuah kota.

Sesuai namanya, Apartheid Museum memberikan gambaran yang sangat mendekati kenyataan bagaimana sistem itu telah dipraktekkan di negara tersebut dalam kurun 1948 sampai 1994.

Bahkan saat melangkahkan kaki ke dalam museum, pengunjung dipaksa merasakan bagaimana rasanya mendapat perlakuan yang berbeda. Sebagaimana saat apartheid masih berlaku, pintu masuk museum terbagi dua: Blankes/Whites (putih) dan Nie-Blankes/Non Whites (hitam). Apakah Anda masuk di pitu kulit putih atau kulit hitam, itu terpilih secara acak saat membeli tiket.

Memasuki museum yang mulai dibuka tahun 2001 ini seperti membuka sejarah Afrika Selatan lembar demi lembarnya. Pengunjung akan diminta mengikuti rute tertentu yang membuat mereka bisa merunut sejarah panjang Afrika Selatan.

Ruangan yang penuh liku dan poto serta televisi yang tersebar di semua sudut memang bisa membingungkan. Tapi jangan khawatir, di setiap potongan sejarah Afrika Selatan, pengunjung bisa mendapat peta yang akan menunjukkan jalur mana yang harus lebih dulu mereka ambil supaya tetap bisa merunut sejarah berdasarkan urutan waktu.

Secara keseluruhan, museum bisa dibagi ke dalam empat bagian besar. Yakni zaman pra sejarah, ditemukannya emas serta berlian serta kedatangan para imigran, mulai diberlakukannya sistem apartheid, periode perlawanan dan pascaapartheid.

Meski disediakan guide dengan biaya tambahan lima rand, namun pengunjung bisa dengan jelas memahami sejarah perjalanan bangsa Afrika Selatan karena informasi yang diberikan sangat lengkap. Selain benda-benda yang terkait langsung dengan sebuah kejadian, plus keterangan yang tertulis di dekatnya, disediakan pula banyak rekaman video-video bersejarah.

Tak perlu membayar mahal untuk bisa mendapat informasi soal sejarah apartheid di Afrika Selatan itu, soalnya untuk turis dewasa yang ingin masuk hanya dikenakan biaya 50 rand (sekitar Rp 55.000). Sementara untuk manula dan anak-anak harus membayar 35 rand, dan 10 rand buat siswa sekolah.

(rl/RL/dtc,Foto:dtc)

Berita Terkait :

Swedia Tolak Keras Bola Gunakan Teknologi
Situs FIFA Catat Rekor Baru
Maradona Bernapas Lega Masih Melatih Argentina
Italia Hanya Tinggal Kenangan Nama Besar Saja
Usai Juara Tim Spanyol Wajib Bayar Nazarnya
Euforia Belanda Terus Berlanjut
Kinerja Webb di Partai Final Dikagumi Owen
Skuad Timnas Jerman Diisi Pemain Gay
Nelson Mandela Promosikan 'Batik Mahal' di Afsel
Cesc Kenakan Kostum Barca Untuk Jadi Lelucon

Komentar anda

Post Comment
Nama e-mail
Comment
 
RUNNING SCORE
SUBSCRIBE NOW
HASIL PERTANDINGAN
JADWAL PERTANDINGAN
PREDIKSI
Final The Battle of Beauty Begins : Belanda vs Spanyol

Bagi Villa dan Sneijder duel final dini hari nanti bisa memberikan banyak makna yang mengartikan segalanya. Mencetak gol dan membawa masing-masing timnya menang akan membuat mereka meraih semuanya di Piala Dunia 2010 ini.

Komentar Anda
Fikri Fathin Daulay
maju casillas yooooooooo
Linuxer77
Jerman is the best.......
agung
grman kenapa kalh..............
ryan soenanda harahap
Sedikitnya tiga penghargaan utama dimenangi Spanyol. Selain piala yang diperebutkan semua tim dan titel kiper terbaik, skuad 'Matador' juga terpilih sebagai tim terbaik dalam hal Fair Play.
nama
email
pesan
MAN OF THE MATCH
Andres Iniesta Man of the Match Spanyol vs Belanda

Pemain sayap kelahiran 11 Mei 1984 ini akhirnya mampu memberikan satu kado spesial bagi timnya dengan memborong satu-satunya gol yang terjadi di partai ...

TOP SCORES
Thomas Mueller 5
Diego Forlan 5
David Villa 5
Gonzalo Higuain 4
Miroslav Klose 4
Robert Vittek 4
Wesley Sneijder 4
Luis Suarez 3
Keisuke Honda 3
Luis Fabiano 3